Saya ingin menyampaikan
unek-unek elegan terkait penuturan ibu Puan di media beberapa waktu yang lalu
tentang menyuruh orang miskin untuk berdiet.
Apa itu diet?
Menurut KBBI diet
adalah aturan makanan khusus untuk kesehatan dan sebagainya (biasanya atas petunjuk
dokter)
Saya tinggal di daerah
yang saat ini bisa dikatakan berada dalam masa paceklik. Sebagian besar
masyarakat kecamatan di sini adalah petani karet dan harga karet berada
diambang batas yang sangat memprihatinkan. Tiap bulan harganya menurun.
Di sinilah saya melihat diet dari sisi
yang berbeda.
Ketika buah pepaya nganggur atau cabai busuk dirasa sayang
untuk dibuang, dengan segala kreativitas mereka menyulapnya jadi sambal yang
punya citarasa tinggi.
Ketika ada nasi tapi
tidak mempunyai lauk, dengan lahapnya mereka makan hanya ditemani dengan
lalapan (cabe, timun, kol dll). Bahkan ada yang menguyur nasi itu dengan air
gula, lalu disantap seolah-olah itu adalah kudapan terlezat.
Ketika tidak
mempunyai nasi sama sekali, mereka memarut ubi (atau
apapun lainnya yang bisa untuk menggantikan peran nasi) lalu dibuat menjadi berbagi
pegangan untuk menganjal perut sampai nanti ada rezeki lebih untuk membeli
beras.
Dan berbagai kreativitas mereka lainnya
(dalam hal makanan), yang saya belum tahu.
Dalam segala
keterbatasan mereka tetap menemukan ide cemerlang agar tetap bisa mengisi
perut. Boro-borolah mau mikirin gizi atau hegienis. Prinsipnya “yang penting
cakmano ari ini, besok pacak berijo”
Jadi jurus survive
orang sini dalam menghadapi krisis adalah Diet. Bukan diet sembarang diet,
bukan diet seperti kalangan menengah ke atas.
Mereka diet demi
bertahan dalam keterbatasan keuangan yang semakin tidak ideal. Kalau sudah
urusan makanan, inovasi dan lifehacks-nya luar biasa total.
Penghayatannya mantap. Pengiritannya nomer satu.
Jadi begitulah cerita
diet di sini Ibuku Puan Maharani. Mungkin maksud ibu kemarin cuma bercanda,
tapi sayang sekali jika itu keluar dari seorang seperti ibu, seorang Menteri.
Tanpa disuruh pun bu, diet
di sini sudah menjadi gaya hidup dan pilihan. Mereka sudah terbiasa untuk
memilih, karena pilihan mereka hanya dua: DIET atau DIED.
Hikss!!!
Catatan:
Paceklik: /pa·cek·lik/ n 1 musim kekurangan bahan makanan; 2 masa sepi (tentang perdagangan, kegiatan, dan sebagainya); 3 masa sulit
yang penting cakmano ari ini, besok pacak berijo: Bahasa daerah Palembang yang artinya kurang lebih begini “Yang
penting bagaimana hari ini, besok terserah”
Leia Mais…