20 Maret 2016

POLITIK (Postingan Liar mengeliTIK): Perkara Diet

Saya ingin menyampaikan unek-unek elegan terkait penuturan ibu Puan di media beberapa waktu yang lalu tentang menyuruh orang miskin untuk berdiet.

Apa itu diet?
Menurut KBBI diet adalah aturan makanan khusus untuk kesehatan dan sebagainya (biasanya atas petunjuk dokter)

Saya tinggal di daerah yang saat ini bisa dikatakan berada dalam masa paceklik. Sebagian besar masyarakat kecamatan di sini adalah petani karet dan harga karet berada diambang batas yang sangat memprihatinkan. Tiap bulan harganya menurun.

Di sinilah saya melihat diet dari sisi yang berbeda.

Ketika buah pepaya nganggur atau cabai busuk dirasa sayang untuk dibuang, dengan segala kreativitas mereka menyulapnya jadi sambal yang punya citarasa tinggi. 

Ketika nasi basi dan dirasa berat untuk dibuang, mereka mengolahnya menjadi kerak. Bisa dimakan lagi besok-besok.

Ketika ada nasi tapi tidak mempunyai lauk, dengan lahapnya mereka makan hanya ditemani dengan lalapan (cabe, timun, kol dll). Bahkan ada yang menguyur nasi itu dengan air gula, lalu disantap seolah-olah itu adalah kudapan terlezat.

Ketika tidak mempunyai nasi sama sekali, mereka memarut ubi (atau apapun lainnya yang bisa untuk menggantikan peran nasi) lalu dibuat menjadi berbagi pegangan untuk menganjal perut sampai nanti ada rezeki lebih untuk membeli beras.

Dan berbagai kreativitas mereka lainnya (dalam hal makanan), yang saya belum tahu.

Dalam segala keterbatasan mereka tetap menemukan ide cemerlang agar tetap bisa mengisi perut. Boro-borolah mau mikirin gizi atau hegienis. Prinsipnya “yang penting cakmano ari ini, besok pacak berijo”

Jadi jurus survive orang sini dalam menghadapi krisis adalah Diet. Bukan diet sembarang diet, bukan diet seperti kalangan menengah ke atas.

Mereka diet demi bertahan dalam keterbatasan keuangan yang semakin tidak ideal. Kalau sudah urusan makanan,  inovasi dan lifehacks-nya luar biasa total. Penghayatannya mantap. Pengiritannya nomer satu.

Jadi begitulah cerita diet di sini Ibuku Puan Maharani. Mungkin maksud ibu kemarin cuma bercanda, tapi sayang sekali jika itu keluar dari seorang seperti ibu, seorang Menteri.

Tanpa disuruh pun bu, diet di sini sudah menjadi gaya hidup dan pilihan. Mereka sudah terbiasa untuk memilih, karena pilihan mereka hanya dua: DIET atau DIED.

Hikss!!!

Catatan:
Paceklik: /pa·cek·lik/ n 1 musim kekurangan bahan makanan; 2 masa sepi (tentang perdagangan, kegiatan, dan sebagainya); 3 masa sulit
yang penting cakmano ari ini, besok pacak berijo: Bahasa daerah Palembang yang artinya kurang lebih begini “Yang penting bagaimana hari ini, besok terserah”

Leia Mais…